Tuesday, July 24, 2018

RINGKASAN MATERI POROS MARITIM



Secara astronomis, Indonesia terletak di 6°LU - 11°LS dan 95°BT - 141°BT. Selain itu, secara geografis, Indonesia terletak di posisi silang, yaitu Indonesia terletak antara dua benua (Benua Asia dan Benua Australia) dan dua samudera (Samudera Pasifik dan Samudera Hindia). Adapun secara geologis, Indonesia terletak di tiga lempeng besar, dua diantaranya merupakan lempeng benua, dan satunya lempeng samudera. Tiga lempeng tersebut adalah lempeng Indo Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng pasifik.Dampak dari letak ini adalah Indonesia kaya akan barang tambang mineral, Indonesia banyak memiliki gunung berapi, Indonesia rawan gempa bumi, dan rawan bencana gunung api.

Batas Indonesia terdiri dari batas darat, udara, dan laut. Batas darat Indonesia adalah dengan Negara Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini. Sebelah timur, wilayah Indonesia berbatasan dengan Negara Papua Nugini. Batas laut territorial merupakan batas laut yang ditarik dari garis dasar dengan jarak 12 mil dari laut. Deklarasi Djuanda menyatakan bahwa Indonesia menganut prinsip negara kepualauan. Lautan dan selat-selat yang luas Indonesia menyebabkan Indonesia memiliki kelembaban udara yang tinggi.

Rangkaian pegunungan Indonesia terdiri dari Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik. Sirkum Mediterania membentuk pegunungan vulkanik yang salah satunya adalah Bukit Barisan di Pulau Sumatera. Sedangkan rangkaian Sirkum Pasifik  di Indonesia salah satunya ada di Pulau Sulawesi. Salah satu gunung yang ada di Indonesia Letusan Gunung Toba terjadi 74.000 tahun yang lalu. Letusan ini menyebabkan terjadinya musim dingin vulkanik selama enam tahun lamanya. Salah satu jenis tanah yang dihasilkan oleh letusan gunung api adalah tanah andosol.

Luas perairan Indonesia adalah sebesar 75% dari total luas Indonesia. Adapun sirkulasi air perairan Indonesia berasal dari Samudera Pasifik. Pembagian wilayah perairan Indonesia salah satunya adalah laut dangkal. Salah satu laut dangkal yang kurang dari 200 m yang menghubungkan Indonesia dengan Benua Astralia adalah Paparan Sahul.

Terjadinya elnino dan la nina memberikan pengaruh terhadap kondisi laut di Indonesia. El nino berpengaruh terhadap kondisi laut Indonesia menjadi lebih hangat. Adapun la nina berpengaruh terhadap kondisi laut Indonesia menjadi lebih dingin.

Bangunan kapur bawah laut yang dibentuk oleh jasad hidup, seperti karang batu dan alga berkapur disebut terumbu karang.

Ekoregion merupakan wilayah yang memiliki kekhususan lingkungan. Terdapat 18 ekoregion Indonesia. Salah satu ekoregion yang rawan terhadap gempa dan tsunami adalah Pulau Mentawai.

Indonesia menjadi negara maritim semenjak zaman kerajaan. Kemunduran terbesar sebagai bangsa maritim adalah terjadi saat VOC mulai masuk ke Indonesia.



Read More

Sunday, July 22, 2018

SOAL TENTANG GARIS KONTUR


Petunjuk pengerjaan :
(1)  Satu soal untuk dua murid.
(2)  Murid yang memiliki nomor absen 1 dan 8 mendapatkan soal nomor 1
(3)  Murid yang memiliki nomor absen 2 dan 9 mendapatkan soal nomor 2
(4)  Murid yang memiliki nomor absen 3 dan 10 mendapatkan soal nomor 3, begitu seterusnya
(5)  Jawaban ditulis di kolom komentar, sedangkan cara pengerjaan dikerjakan di buku tulis.
(6)  Hubungi Ibu bila ada yang kurang jelas.
(7)  Selamat mengerjakan

SOAL

1.     Diketahui peta kontur dengan skala 1:20.000. Pertanyaan :
a.   Berapakah kontur interval pada peta tersebut?
b.   Apabila ada dua garis kontur yang berdekatan salah satu memiliki ketinggian 50 m, maka berapakah ketinggian garis yang satunya?

2.     Perhatikan gambar berikut!

a.       Tentukan berapakah kontur intervalnya?
b.       Apabila titik A memiliki ketinggian 125 meter, maka berapakah ketinggian titik B?

3.     Apabila terdapat sebuah peta kontur yang memiliki skala 1:20.000, maka
a.   Hitunglah besar Ci pada peta tersebut!
b.   Apabila titik A memiliki ketinggian 500 m, dan di sebelah garis kontur A terdapat garis kontur B, maka berapakah besar ketinggian titik B?

4.       Perhatikan gambar peta kontur berikut!

a.       Tentukan berapakah kontur intervalnya?
b.       Apabila titik A memiliki ketinggian 100 meter, maka berapakah ketinggian titik C?

5.     Perhatikan gambar peta kontur berikut!

a.     Apabila diketahui skala pada peta tersebut adalah sebesar 1:25.000, maka tentukan berapakah kontur intervalnya?
b.     Apabila peta tersebut menggambarkan sebuah bukit dan titik A memiliki ketinggian 350 meter, maka berapakah ketinggian titik C?

6.       Perhatikan gambar berikut!

a.     Apabila diketahui skala pada peta kontur tersebut sebesar 1:50.000, maka tentukan berapakah besar Ci nya?
b.     Berapakah besar titik B apabila peta tersebut menggambarkan sebuah cekungan, dan titik A memiliki ketinggian 200 meter?

7.  Apabila terdapat sebuah peta kontur memiliki skala sebesar 1:80.000, maka :
a.       Berapakah besar Ci pada peta kontur tersebut?
b.       Berapakah besar titik Q, apabila letak garis Q berada di sebelah garis P yang memiliki besar kontur sebesar 560 meter?

^^^^^^^^^______^^^^^^^^

Read More

Wednesday, July 11, 2018

DINAMIKA KEPENDUDUKAN DAN MOBIITAS



Menurut undang-undang Nomor 24 Tahun 2013, penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Jumlah warga negara dan orang asing tersebut, bersifat tidak tetap. Perubahan jumlah penduduk disebut dengan istilah dinamika penduuduk.
Faktor demografi yang menyebabkan dinamika penduduk adalah kelahiran, kematian, dan migrasi. Kelahiran dna kematian disebut sebagai faktor demografi alami, sedangkan migrasi disebut sebagai faktor demografi non alami.
A.     Kelahiran
Kelahiran disebut juga sebagai natalitas. Faktor yang mendorong meningkatnya angka kelahiran (pro natalitas) pada suatu wilayah adalah
1.      pandangan hidup masyarakat bahwa banyak anak banyak rezeki. Dengan adanya pandangan ini, masyarakat berlomba-lomba memiliki anak sebanyak mungkin.
2.      usia pernikahan yang sangat muda. Ketika usia pernikahan sangat muda, maka kemunginan untuk hamil semakin cepat. Oleh karena itu, jumlah anak juga semakin banyak.
3.      tingkat kesehatan yang baik. Apalbila tingkat kesehatan masyarakat baik, maka keadaan gizi ibu hamil dan anak yang dikandungnya pun juga baik. Akhirnya tingkat keguguran kecil sehingga menyebabkan tingkat kelahiran besar.
B.     Kematian
Istilah lain dari kematian adalah mortalitas. Faktor yang mendorong adanya mortalitas adalah
1.     Terjadinya bencana alam ataupun bencana sosial dan bencana teknologi. Ketika bencana alam terjadi sedangkan masyarakat tidak siap dengan terjadinya bencana alam tersebut, maka hal tersebut dapat menyebabkan korban jiwa cukup tinggi. Salah satu contohnya adalah bencana alam tsunami yang menewaskan banyak sekali masyarakat di Aceh
2.     Rendahnya tingkat kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh rendahnya fasilitas kesehatan ataupun rendahnya kesadaran masyarakat akan kesehatan itu sendiri
C.      Migrasi
Migrasi merupakan perpindahan penduduk. Perbedan migrasi dengan mobilitas adalah di jangka waktu nya. Apabila perpindahan penduduk tersebut lebih dari enam bulan tidak pulang ke daerah asal, atau bahkan menetap di daerah tujua, maka disebut sebagai migrasi. Akan tetapi, ketika perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain kurang dari neam bulan sudah balik ke daerah asal dan itu dilakukan secara konsisten, maka perpindahan tersebut disebut dengan mobilitas.
Sebenarnya, migrasi sendiri merupakan bagian dari mobilitas penduduk permanen.
Lebih jelasnya, mobilitas dibagi menjadi dua, yaitu mobilitas penduduk sementara dan mobilitas penduduk permanen.
1.     Mobilitas penduduk sementara
Mobilitas penduduk sementara adalah peprindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah yang lain, yang kurang dari enam bulan sudah kembali ke daerah asalnya, dan kembali nya penduduk tersebut dilakukan secara konsisten.
Mobiltas sementara dibagi menjadi dua, yaitu mobilitas sirkuler dan mobilitas komuter.
a.      Mobilitas sirkuler
Mobilitas sirkuler adalah perindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah yang lain yang lama menetapnya lebih dari satu hari, tetapi kurang dari enam bulan. Contoh dari mobilitas sirkuler adalah perpindahan mahasiswa yang dari desa ke kota. Biasanya, mahasiswa setiap sebulan sekali pulang ke daerah asalnya untuk bertemu dengan keluarganya atau sekedar minta uang saku ke orang tuanya.
b.     Mobilitas Komuter
Mobilitas komuter adalah perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah yang lain yang jangka waktu nya satu hari. Contoh dari mobilitas komuter ini adalah perpindahan pekerja dari pinggiran kota ke pusat kota. Biasanya, pekerja tipe ini, berangkat pagi-pagi untuk bekerja, dan pulangnya sore atau malam hari ke daerah asalnya. Tipe mobilitas ini banyak dtemukan di daerah sekitar Jakarta.
2.     Mobilitas penduduk permanen
Mobilitas penduduk permanen disebut sebagai migrasi. Dilihat dari tujuandan asal wilayah migrasi, maka migrasi dibagi menjadi dua, yaitu migrasi internal dan eksternal. Migrasi internel merupakan migrasi yang terjadi di dalam negeri, sedangkan migrasi eksternal adalah migrasi yang terjadi antar wilayah negara. Migrasi internal terdiri dari urbanisasi, transmigrasi, dan ruralisasi. Sedangkan migrasi ekternal terdiri dari emigrasi, imigrasi, dan remigrasi,
a.     Urbanisasi
Urbanisasi adalah perindahan penduduk dari desa ke kota. Faktor pendorong urbanisasi berarti faktor yang ada di desa yang menyebabkan masyarakat berpndah ke kota. Sedangkan faktor penarik urbanisasi merupakan kelebihan kota yang membuat masyarakat tertarik untuk melakukan urbanisasi.
Contoh dari faktor pendorong adalah fasilitas di desa yang terbatas. Sedangkan contoh fajaktor penarik adalah lengkapnya fasilitas yang ada di kota.
b.     Transmigrasi
Transmigrasi merupakan perpindahan penduduk dari wilayah yang padat penduduknya ke wilayah yang jarang penduduknya.
c.      Ruralisasi
Ruralisasi merupakan Kembalinya ke desa asal oleh masyarakat yang melakukan urbanisasi
d.     Emigrasi
Emigrasi merupakan perpindahan penduduk keluar negeri
e.     Imigrasi
Imigrasi merupakan perpindahan penduduk ke dalam negeri
f.      Remigrasi
Remigrasi merupakan kembali penduduk suatu negara ke negara asalnya, setelah menetap di negara lain.



Read More

Tuesday, July 10, 2018

RPP BERMUATAN PPK, 4C. HOTS, DAN LITERASI


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan  : SMA Islam Al Azhar 14 Semarang
Kelas/ Semester      : XI/ 2
Mata Pelajaran         : Geografi
Materi Pokok            : Dinamika Kependudukan
Alokasi Waktu          : 16 x 45 menit (8 x pertemuan)

Imtaq                         :
QS. Surat Al Hujurat ayat 13
Artinya :
Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Surat Ar Rum Ayat 41-42
Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”

Surat Al A’raf ayat 56
Artinya: ”Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan”

FOKUS PENUMBUHAN KARAKTER
1.      Nilai rasa ingin tahu
2.      Nilai kedisiplinan
3.      Nilai tanggung jawab
4.      Nilai kerjasama

A.     KOMPETENSI INTI
1.      Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2.   Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.  Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4.      Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B.     KOMPETENSI DASAR
3.5 Menganalisis dinamika kependudukan di Indonesia untuk perencanaan pembangunan
4.5 Menyajikan data kependudukan dalam bentuk peta, tabel, grafik, dan/ atau gambar

C.      INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
4.5.1        Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika kependudukan
4.5.2        Menganalisis mobilitas penduduk
4.5.3        Menganalisis kualitas penduduk
4.5.4        Menganalisis bonus demografi dan dampaknya terhadap pembangunan
4.5.5       Menganalisis permasalahan yang diakibatkan oleh dinamika kependudukan beserta solusinya
4.5.6        Memahami sumber data kependudukan

4.5.1        Mengolah data terkait informasi kependudukan
4.5.2        Menyajikan data kependudukan dengan piramida kependudukan

D.     TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui pembelajaran project based learning, peserta didik dapat menganalisis dinamika kependudukan di Indonesia untuk perencanaan pembangunan dan menyajikan data kependudukan dalam bentuk peta, tabel, grafik, dan / atau gambar dengan penuh tanggung jawab, bekerja keras, dan bekerja sama.

E.      MATERI PEMBELAJARAN
Faktual
1.      Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dinamika Kependudukan
2.      mobilitas penduduk
Konseptual
3.      Kualitas Penduduk
4.      Bonus demografi dan dampaknya terhadap pembangunan
5.      Permasalahan yang diakibatkan oleh dinamika kependudukan
6.      Sumber data Kependudukam
Prosedural
7.      Pengolahan data terkait informasi kependudukan
8.      Penyajian data kependudukan dengan piramida penduduk
Metakognitif 
-
(uraian materi terlampir)

F.      METODE PEMBELAJARAN
1.      Pendekatan  : Scientific learning
2.      Model             : Project based learning
3.      Metode           : Ceramah, diskusi, dan latihan ketrampilan

G.     MEDIA PEMBELAJARAN
1.      Slide power point tentang dinamika kependudukan
2.      Video permasalahan terkait kependudukan
3.      Data terkait kependudukan

H.    SUMBER BELAJAR
1.      Sindhu, Yasintho. 2017. Geografi Kelas XI. Jakarta: Erlangga. Halaman 262 - 305
2.      Berita online terkait kependudukan
3.      Data kependudukan BPS
4.      Peta persebaran penduduk Indonesia

I.       LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Pertemuan I

Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Muatan Pembelajaran
Pendahuluan
1.      Guru mengucapkan salam
2. Guru memimpin berdoa sebelum pembelajaran dimulai
3. Menyiapkan peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran dengan mengecek kehadiran
4. Memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual dalam kehidupan sehari-hari
5.    Mengajukan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.
Bentuk pertanyaan:
Siapa yang hari ini di tempat tinggalnya mendengar pengumuman tentang meninggalnya seseorang?
6. Menyajikan tujuan pembe-lajaran / kompetensi dasar yang akan dicapai
7. Menyampaikan cakupan ma-teri dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus

10 menit
PPK : religius




PPK : Disiplin




Kecakapan abad 21 : berfikir kritis

PPK : rasa ingin tahu

Kecakapan abad 21 : komunikasi

Kegiatan Inti
1.     Mengorientasikan
a.       Peserta didik membentuk kelompok dengan anggota 4-5 orang
b. Peserta didik dalam ke-lompoknya mengidentifikasikan permasalahan terkait dinamika kependudukan.
Masalah yang disajikan adalah kelahiran yang tinggi mengakibatkan perubahan struktur penduduk
c. Guru mengajukan per-masalahan yang berkaitan dengan masalah yang disajikan sebagai bahan diskusi bersama dengan kelompoknya

2.     Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran
a. Peserta didik diberikan kesempatan untuk memperdalam literatur untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan sebagai bahan diskusi akibat dari kelahiran yang tinggi dari berita yang telah disajikan
b. Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan (pertanyaan ditulis) dari analisis permasalahan
c.  Guru mendampingi peser-ta didik dalam mengatasi dan mengorganisasikan tugas yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi

3.     Membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok
a.     Peserta didik menyelidiki peristiwa terkait permasalahan yang diberikan terkait hubungan kelahiran yang tinggi terhadap dinamika penduduk melalui diskusi kelompok
b.     mengumpulkan informasi dari berbagai sumber seperti buku dan internet dengan bimbingan guru

4.     Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
a.     Peserta didik dalam kelompoknya merencanakan dan menyiapkan karya sebagai hasil dari pemecahan masalah dari keterkaitan antara kelahiran yang tinggi dengan proses pemecahan permasalahan terkait dinamika penduduk
5.     Menganalisis dan evaluasi proses pemecahan masalah
a.       menganalis keterkaitan kelahiran yang tinggi dengan konsep dinamika penduduk
b.      mengevaluasi proses pemecahan permasalahan
c.       peserta didik mempresentasikan penyelesaikan permasalahan dari diskusi per kelompok
d.      Peserta didik dibantu oleh guru, melakukan refleksi terhadap proses keterkaitan antara kelahiran yang tinggi dengan konsep dinamika penduduk
e.       Peserta didik menyusun kesimpulan dengan arahan dari guru


10 menit























15 menit






















15 menit














15 menit













10 menit

PPK : kerjasama





PPK: rasa ingin tahu






Kecakapan abad 21 : pemecahan masalahan






PPK: tanggung jawab

Literasi







HOTS : analisis




Kecakapan abad 21 : kolaborasi






Kecakapan abad 21: kritis


Literasi

























HOTS : analisis





HOTS : evaluasi






Kecakapan abad 21 : komunikasi

Penutup
Kegiatan penutup mencakup :
1.   Guru membimbing peserta didik untuk membuat rangkungan/ simpulan dari pembelajaran
2.     Guru beserta peserta didik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan
3.     Peserta didik memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
4.     Melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas
5.     Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya
6.     Berdoa sebelum menutup pembelajaran
7.     Guru menutup pembelajaran dengan menyampaikan salam
15 menit
PPK : kerjasama

Kecakapan abad 21 : kolaborasi








PPK : tanggung jawab




PPK: religius

CATATAN : PEMBELAJARAN KEDUA DAN SELANJUTNYA ADA DI DOKUMEN.. MONGGO DI DOWNLOAD LINK DI BAWAH

j.     PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN

1.      Sikap Spiritual
Teknik penilaian : Observasi
Bentuk Instrumen  : Lembar Observasi
Instrumen : Terlampir

2.      Sikap Sosial
Teknik Penilaian  : Observasi
Bentuk Instrumen  : Lembar Observasi 
Instrumen : Terlampir

3.      Pengetahuan
Teknik Penilaian :  Tes tulis pilihan ganda
Bentuk Instrumen : soal pilihan ganda
Instrumen : Terlampir

4.      Ketrampilan
Teknik Penilaian : Produk
Bentuk Instrumen : Skala penilaian produk
Instrumen   : Terlampir

Semarang,   Juli 2018
Mengetahui,
Kepala SMA Islam Al Azhar 14                                  Guru Mata Pelajaran Geografi



Rasmudi, S.Pd., M.Pd                                                   Nur Isnaini, S.Pd


UNTUK DOWNLOAD, SILAKAN KLIK LINK BERIKUT:
RPP BERMUATAN PPK, 4C, HOTS, DAN LITERASI KELAS XI KD 3.5 &4.5
Buat teman-teman yang menginginkan perangkat lainnya, silakan tinggalkan komentar yah. Sekaligus alamat email. Makasih..

PERANGKAT GEOGRAFI TAHUN PELAJARAN 2017/ 2018 KURIKULUM 2013, BISA DI KLIK LINK BERIKUT

KELAS X IPS

Untuk kelas XI dan XII tahun pelajaran 2017/ 2018, sekolah ku belum menggunakan kutikulum 2013. Cuman, aku ada kiriman dari teman. Semoga bermanfaat.





Read More